
11 Apr Infeksi selama Kehamilan yang Perlu Diketahui
Masa kehamilan adalah masa yang sangat rentan infeksi bagi ibu dan janin. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang menekan sistem imun sehingga membuat badan cepat lelah dan mudah terkena infeksi. Ada beberapa jenis infeksi yang rentan terjadi saat kehamilan, bahkan kehamilan itu sendiri dapat membuat infeksi tertentu menjadi lebih parah.
Infeksi kehamilan akan semakin memburuk jika tidak segera ditangani. Bantuan Sejawat Bidan sangat diperlukan dalam hal ini. Yuk, kenali infeksi apa saja yang rentan menyerang ibu hamil.
Infeksi yang Kerap Terjadi pada Ibu Hamil
Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih saat hamil disebabkan oleh perubahan hormon. Perubahan ini menimbulkan perubahan pula pada saluran kemih yang membuat ibu hamil rentan terkena infeksi. Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri menyerang sistem saluran kemih yang terdiri atas ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.
Ada dua macam ISK, yaitu ISK atas dan bawah. Infeksi saluran kemih atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejalanya adalah nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam. Sementara itu, ISK bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih. Infeksi ini ditandai dengan rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urine keruh, dan bau urine menyengat.
Jika tidak segera ditangani, ISK saat kehamilan akan menimbulkan infeksi pada ginjal yang berakhir dengan kelahiran bayi prematur. Bila pasien Sejawat Bidan mengalami hal ini, Sejawat Bidan bisa merujuknya ke dokter.
Vaginosis Bakteri
Vaginosis bakteri atau bacterial vaginosis (BV) biasanya terjadi karena keseimbangan bakteri di vagina terganggu. Infeksi ini menyebabkan keputihan dan aroma tak sedap pada vagina meski tidak menimbulkan rasa sakit maupun gatal.
Pada umumnya, BV tidak berbahaya. Namun, jika infeksi ini terjadi pada ibu hamil, maka BV perlu segera ditangani karena berisiko menimbulkan komplikasi pada kehamilan, seperti keguguran atau prematur. Walau kemungkinan terjadinya komplikasi tidak besar, jika vagina terus mengeluarkan cairan dalam jumlah yang banyak, akan lebih baik jika ibu hamil segera dirujuk ke dokter.
Infeksi Jamur
Infeksi jamur vaginitis biasa muncul karena kondisi alami vagina terganggu oleh faktor internal dan eksternal sehingga memicu pertumbuhan jamur secara berlebihan. Pada ibu hamil, infeksi jamur bisa terjadi karena adanya perubahan hormon yang berdampak pada kondisi vagina.
Ibu hamil yang mengalami infeksi ini biasanya akan mengalami keputihan dan gatal-gatal pada organ intim. Infeksi ini bisa saja diatasi dengan pemberian krim antijamur. Selain itu, ada juga antijamur jenis suppositoria yang dimasukkan ke dalam vagina. Namun, untuk penanganan infeksi seperti ini, Sejawat Bidan sebaiknya langsung merujuk ibu hamil ke dokter.
Toxoplasmosis
Toksoplasmosis disebabkan oleh infeksi parasit toksoplasma. Parasit ini biasanya ditularkan melalui kotoran hewan, terutama kucing. Ibu hamil yang terpapar toksoplasma sebelum masa kehamilan telah membentuk antibodi untuk melawan parasit tersebut. Namun, kondisinya akan berbeda dengan ibu hamil yang belum pernah terpapar parasit ini. Jika baru terinfeksi saat hami, ibu hamil tidak memiliki antibodi untuk melawan parasit ini.
Infeksi Streptococcus Grup B (SGB)
Bakteri ini dimiliki sebagian orang di dalam tubuhnya. Pada umumnya, bakteri ini tidak berbahaya dan tidak menimbulkan penyakit, termasuk selama masa kehamilan. Meski begitu, SGB dapat menyebabkan infeksi pada bayi sebelum atau pada saat persalinan berlangsung.
Jika pada kehamilan sebelumnya bayi ibu hamil dinyatakan terkena infeksi SGB, biasanya dokter akan menyarankan ibu hamil untuk mengonsumsi antibiotik untuk mencegah infeksi ini pada bayi berikutnya. Demikian pula jika ibu hamil menderita infeksi kandung kemih yang disebabkan oleh SGB, ibu hamil akan diberikan antibiotik saat bersalin. Bayi memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi SGB jika ibu hamil mengalami demam selama proses persalinan, melahirkan secara prematur, dan atau air ketuban pecah sebelum waktunya.
Rubella
Rubella atau yang biasa dikenal dengan campak Jerman merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi ibu hamil maupun bayi dalam kandungan, terutama jika penyakit ini terjadi pada awal kehamilan atau trimester pertama. Ibu hamil yang menderita rubella memiliki kemungkinan besar mengalami keguguran. Tak hanya itu, rubella dapat mengganggu perkembangan organ dan bagian tubuh bayi di dalam rahim. Kelainan yang mungkin dialami bayi adalah ruam pada kulit, kerusakan jantung, katarak, kelainan intelektual, tuli, kerusakan limpa, serta kerusakan hati.
Sebelum ibu merencanakan kehamilan, alangkah lebih baik jika Sejawat Bidan menyarankan imunisasi MR (Measles Rubella) untuk mencegah terjangkit infeksi rubella. Namun, pastikan pemberian imunisasi ini dilakukan 4 minggu sebelum kehamilan dan pastikan tidak diberikan saat sedang hamil.
Bagaimana cara mencegahnya?
Infeksi pada masa kehamilan tidak selalu menimbulkan efek yang serius, baik bagi ibu hamil maupun bayi. Namun, hal ini juga tidak bisa dianggap sepele. Berikut adalah beberapa cara mencegah infeksi yang bisa Sejawat Bidan sarankan pada ibu hamil.
- Cuci tanganlah menggunakan sabun dan air setiap selesai beraktivitas, terutama saat keluar dari toilet, memotong daging mentah, sayuran, dan bermain dengan anak-anak.
- Makanlah daging yang dimasak sampai benar-benar matang. Jangan memakan makanan berbahan daging mentah seperti sushi atau sashimi terlebih dulu.
- Jangan mengonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi atau susu dalam keadaan mentah.
- Gunakan peralatan makan, seperti gelas atau sendok, yang digunakan khusus oleh ibu hamil.
- Jangan membersihkan kotoran peliharaan sendiri. Sebaiknya hindari dulu kontak langsung dengan hewan peliharaan, seperti kucing atau anjing. Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang hewan peliharaan.
- Pastikan ibu hamil mendapat vaksin penting sebelum hamil, seperti vaksin hepatitis, meningitis, dan tetanus.
Nah, itu dia informasi mengenai infeksi kehamilan untuk Sejawat Bidan. Semoga bermanfaat dan bisa membantu ibu hamil dengan tepat ya!
No Comments