Mengenal Infeksi Neonatal dan Bagaimana Tata Laksananya

infeksi neonatal

Mengenal Infeksi Neonatal dan Bagaimana Tata Laksananya

Perkembangan sistem kekebalan tubuh (imun) manusia sudah dimulai sejak ia baru dilahirkan. Dalam periode yang disebut dengan fase neonatal ini, tubuh bayi masih sangat rentan terhadap infeksi. Infeksi selama fase neonatal atau yang disebut dengan infeksi neonatal merupakan hal yang perlu Sejawat Bidan perhatikan dalam pelayanan ibu hamil. Infeksi neonatal dapat terjadi melalui jalan lahir selama persalinan atau selama masa pascapartum yang disebabkan oleh sumber infeksi dari luar. Tak hanya itu, infeksi neonatal sebenarnya dapat terjadi sejak dalam masa kandungan atau intrauterin dan masa intrapartum loh!

Infeksi neonatal pada bayi bisa disebabkan oleh bakteri, virus, protozoa, dan jamur. Itulah mengapa Sejawat Bidan perlu menyarankan kepada ibu hamil untuk tak hanya menjaga kesehatan tubuh sendiri, tetapi juga kesehatan si kecil sejak dalam kandungan. Pasalnya, perkembangan sistem kekebalan tubuh si kecil dimulai dari asupan yang ia terima saat dalam kandungan.

Dampak Infeksi Neonatal

Infeksi neonatal memiliki faktor risiko yang akan berdampak langsung pada bayi. Adapun, faktor risiko dari infeksi ini adalah berat badan bayi saat lahir rendah, ketuban pecah dini, asfiksia, dan persalinan dengan tindakan.

Tak hanya memiliki faktor risiko, infeksi neonatal juga memiliki dampak buruk pada tumbuh kembang bayi. Infeksi neonatal dapat menyebabkan komplikasi pada bayi, seperti kejang, sesak, gangguan asupan minum, meningitis, hipotermia, dan hiperbilirubinemia. Inilah mengapa Sejawat Bidan harus dengan sigap mengenali faktor risiko pada bayi baru lahir. Beri pula panduan mudah kepada para ibu untuk mengenali infeksi neonatal dan tindakan apa yang harus segera mereka lakukan ketika mendapati infeksi neonatal pada bayinya.

Tata Laksana Infeksi Neonatal

Setelah memahami apa itu infeksi neonatal, berikut ini adalah tata laksana yang Sejawat Bidan perlu lakukan untuk menanganinya.

  • Jaga pernapasan, cepat beri bantuan oksigen jika bayi sesak
  • Perbaiki sirkulasi dengan memberikan cairan
  • Cari etiolog: anamnesis dan lakukan pemeriksaan fisik
  • Lakukan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan radiologi
  • Minta penilaian klinis dokter agar bisa diberikan  antibiotik
  • Waspada terhadap komplikasi penyakit
  • Bayi harus dipantau dengan ketat
  • Bayi harus dirujuk jika memerlukan fasilitas yang lebih lengkap dan memadai
  • Lakukan tata laksana khusus bila terjadi penyakit penyerta atau komplikasi lain, seperti hipoglikemia, kejang, gangguan napas, dan ikterus.

Itulah ulasan mengenai infeksi neonatal dan tata laksana yang perlu Sejawat Bidan lakukan. Aplikasi Bidan Sehati membantu Sejawat Bidan dalam mendeteksi faktor risiko tinggi pada bayi yang baru dilahirkan dengan INC yang tercatat.

Semoga informasi ini dapat membantu dan meningkatkan kapabilitas Sejawat Bidan, ya.

No Comments

Post A Comment